Jagatpos.com, Lamongan – Guna menjawab tantangan didalam dunia industri, Tim Program Matching Fund Kedaireka UNISLA (Universitas Islam Lamongan) 2022 bersama BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Sekar Sejahtera Sekaran mengadakan Workshop Blended Pengolahan Ikan Lele dan Ayam.
Workshop yang bertema ‘Hilirisasi Hasil Integrasi dan Ragam Diversifikasi Olahan Lele, Ayam, dan Hidroponik Sebagai Pendukung Ketahanan Gizi dan Pangan Bangsa Berbasis Maggot’ ini dipandu oleh Marsha Devita (Anggota Tim Matching Fund Kedaireka UNISLA 2022).
Bertempat di Balai Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Senin (21/11/20220, Workshop ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan – Anang Taufik, Kades (Kepala Desa) Sekaran – H Isman Affandi, PLD (Pendamping Lokal Desa) Sekaran, Direktur BUMDes Sekar Sejahtera Sekaran – Basuki Rahmat dan jajarannya, serta peserta Workshop juga undangan lainnya.
Ketua Tim Matching Fund Kedaireka UNISLA 2022, Mufid Dahlan menyampaikan, bahwa workshop ini merupakan rangkaian pelaksanaan Program Matching Fund Kedaireka UNISLA 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.
“Tujuan workshop ini agar perguruan tinggi (UNISLA) dan Dunia Usaha/Dunia Industri/DUDI (BUMDes Sekar Sejahtera Sekaran) dapat berkolaborasi menjawab tantangan didalam dunia industri sekaligus membentuk ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka,” ujar Mufid Dahlan.
Selain workshop. Mufid Dahlan menjelaskan, bahwa rangkaian kegiatan program Matching Fund Kedaireka UNISLA 2022 yang berlangsung mulai Juli – Desember 2022 di TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang dikelola BUMDes Sekar Sejahtera Sekaran itu meliputi :
- Pengembangan unit usaha maggot terintegrasi dengan ayam, lele, hidroponik dan tanaman organik dengan meningkatkan kapasitas produksi.
- Pengolahan diversifikasi produk berbasis integrasi maggot dengan turunan ayam, lele, tanaman hidroponik dan tanaman organic berupa Lele Ungkep, Fillet Lele, abon Lele, ayam ungkep berbagai bumbu tradisional, tanaman organik, Sayur hidroponik, Kasgot, POC Maggot, Tepung Maggot, Maggot Kering, Maggot basah.
- Pengembangan Sekaran Eduwisata Maggot (Semagot) sebagai Eduwisata pengelolaan sampah secara terintegrasi bagi murid TK sampai SMA dan masyarakat umum yang peduli sampah
- Menumbuh kembangkan kelompok sadar wisata Semagot
- Menumbuh kembangkan dan pelatihan sistem dan jaringan pemasaran produk secara modern.
- Sebagai media penelitian, Pengabdian Dosen dan pembelajaran serta tugas akhir bagi mahasiswa melalui kegiatan MBKM – Kampus Merdeka
“Kegiatan ini untuk mendukung terwujudnya Desa Sekaran mejadi desa mandiri sampah pada tahun 2025. Dan bagi kampus atau perguruan tinggi UNISLA beberapa luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini berupa HAKI, Journal, Proseding, tugas akhir mahasiswa, kuliah MBKM mahasiswa,” jelas Mufid Dahlan.

Masih dalam workshop ini, Marsha Devita (Anggota Tim Matching Fund Kedaireka UNISLA 2022) ketika melatih peserta workshop untuk membuat lele dan ayam ungkep berbagai bumbu tradisional. Menurutnya, lele dan ayam ungkep bisa jadi peluang usaha jika dikemas secara baik dan disimpan di frozen agar suhunya selalu terjaga dan higenis.
“Pengolahan ikan lele dan ayam dari hasil budidaya ikan lele dan peternakan ayam KUB yang dikelola BUMDes Sekar Sejahtera Sekaran saat ini maupun budidaya lainnya akan mempunyai nilai tambah, sehingga menjadi peluang usaha yang sangat bagus untuk dikembangkan dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Marsha Devita.
Sementara itu, Kades Sekaran, H Isman Affandi sangat berterima kasih kepada Tim Program Matching Fund Kedaireka UNISLA 2022, DLH Lamongan, BUMDes Sekar Sejahtera Sekaran, dan semua fihak atas partisipasinya mendukung Terwujudnya Desa Sekaran Menjadi Desa Mandiri Sampah Pada Tahun 2025.
“Terima kasih, selain mendukung Terwujudnya Desa Sekaran Menjadi Desa Mandiri Sampah Pada Tahun 2025, semoga workshop ini dapat meningkatkan usaha masyarakat Sekaran dan sekitarnya,” kata Kades H Isman Affandi.
Terlihat peserta workshop sangat antusias mengikutinya, dan ikan lele dan ayam ungkepnya dibawa pulang untuk dimasak dan harapannya dapat diprakteknya menjadi refrensi bagi peningkatan usaha masyrakat Sekaran yang sudah terkenal sebagai pengusaha warung ikan lele dan soto ayam Se-Nusantara.


Selanjutnya usai Workshop Blended Pengolahan Ikan Lele dan Ayam. Tim Program Matching Fund Kedaireka UNISLA 2022 mengadakan Sosialisasi Membentuk Kesadaran Memilah dan Menyetor Sampah ke TPS3R Sekaran Melalui Rintisan Bank Sampah Organik dan Anorganik. *[JP]

